Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts
Friday, 24 December 2010 | By: Nathan

SALAH

Gemerisik angin senja meremangkan langit yang ceria
Membuatku terseok di jembatan yang gemerlap ini
Kucoba merangkak, meraba selaiknya pengembara
Yang terbutakan silaunya matahari
Namun semakin jauh titian ini kurayapi,
Semakin jalan ini tak kukenali

“Ada yang salah”,
Ucapmu waktu itu, mengingatkanku
Berulangkali malah,
“tenanglah Cahaya, ada aku bersamamu”
Jawabku, mencoba tenang
Walau gundah mulai menggenang

Kini, waktu telah membuktikan resah yang sama
Ada yang salah dengan angin senja yang gemerisik ini
Bahwa kau, Cahayaku, juga aku dan cinta ini
Tak sedang baik-baik saja meski kita masih bersama

Namun apa pun itu,
Kuingin kau tahu,
Bahwa aku sungguh tak peduli
Bahkan bila esok matahari kan terbit dari arah mana,
Karena bagiku takkan ada pagi
Tanpamu di sisiku
Cahayaku

Yes, there's somethin' wrong with us. But no matter what, I'll always be here, stand right by your side. Cuz I've been addicted to you...

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Tuesday, 21 December 2010 | By: Nathan

Because You Already Know

Tiba-tiba saja kau terdiam tanpa kata, ketika kutanyakan seribu mengapa. Hanya anggukan kecil yang sesekali meyakinkanku bahwa kau tak sedang tertidur. Entah, apa yang kau pendam dalam diammu. Aku jadi bertanya-tanya, tak bisakah sedikit saja kau kisahkan kepadaku sepenggal gundah yang mendungkan cahaya di wajahmu? Aku tak sedang berkata bahwa diammu itu t'lah menyulut jenuhku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin menyingkap semua sekat yang mungkin sedang mencoba 'tuk menciptakan jarak di antara kita. Hanya itu.

Cahaya, aku takkan meminta apa-apa kepadamu. Aku hanya ingin kau melayangkan tatapmu di kedalaman mataku walau hanya untuk sedetik saja. 'Kan kucoba menerka-nerka apa yang telah mengelukan semua kesah yang menggumpal di dadamu. Dan biarkan aku meretasnya hingga lepas. Aku tak sedang mengatakan bahwa diammu itu t'lah mengeroposkan semua persendian rasaku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin melihat kau kembali tersenyum semanis yang pernah kau kecupkan untukku, dan bersinar sehangat cahaya yang kau dekapkan di hatiku.

Cahaya, seperti yang pernah kukatakan kepadamu, “Aku membutuhkanmu karena aku membutuhkanmu. Because you already know that I’m nothing without you”

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 3 November 2010 | By: Nathan

Cassiopeia

"Aku selalu menyukai bintang itu,
Empat cahaya dengan sejuta pesona"
Ucapmu, tiap kali kau hadapkan wajahmu ke langit utara

"Mengapa tak kau sentuh saja ia
Menunjuk satu cahaya dengan jemarimu"?
Tanyaku waktu itu

Dan kau pun terdiam
Lamat-lamat kudengar kau menggumam
Namun entah apa,
Tak sedikit pun kudengar desahnya

Dan kini, aku tlah berdiri
Tepat di bawah bintang yang selalu kau suka itu
Maka maukah kugenggamkan ia untukmu?
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 24 October 2010 | By: Nathan

Bahasa Dua Hati (The Third Stanza)


Cahaya,
Tahukah kau bahwa semalam
Sependar kantuk yang temaram
Menghanyutkanku ke muara mimpi
Dimana akhirnya kutemui
Senyum terakhir yang kau beri
Sebelum akhirnya pergi?

Percayakah kau pada mimpi?
Pada langit dan takdir yang penuh konspirasi?
Dengarlah, belahan jiwaku
Takkan pernah langkah ini
Sejengkal pun kan pergi
Meski harus ada sejuta luka
Menggerimiskan selaut airmata

Cahaya,
Pergilah…
Karena takkan pernah
Nafas ini kan terdesah
Jika masih ada luka
Mengkristal di ujung mata

Bagaimana mungkin aku kan pergi darimu
Jika sebagian dari diriku ada padamu
Bisakah kau bayangkan jika itu terjadi?
Yah, benar, aku kan tetap hidup
Tapi cahayaku telah pergi bersamamu

Lalu apalagi yang bisa kulakukan
Agar tak ada biru kesedihan
Mengiringi langkah-langkah kecil kita
Melewati titian yang membentangi mata

Izinkan aku tuk selalu
Menjadi cahaya di hatimu
Menjadi penerang di hari-harimu
Tak peduli sekuat apa badai kan menghancurkanku


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 10 October 2010 | By: Nathan

Sebuah Tanya Di Hati Luna


Kembali tanya itu kau dengungkan
Mengembun di helai lisanmu
Seakan tak percaya, kau pertanyakan
Tentang takdir yang menderamu

Dengarlah Luna…
Akankah semua putik berbunga
Bila musim gugur akhirnya tiba?
Akankah semua kuncup mekar
Bila angin terik membakar?

Percayalah padaku Luna…
Seperti jingga pada senja
Sesungguhnya kan selalu ada cinta yang tersisa
Walau semua rasa yang kau punya
Tergerus oleh acuhnya masa

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 6 October 2010 | By: Nathan

SAENGIL CHUKHA HAMNIDA

Saranghaneun, Cahaya...

Hari ini, untuk kesekian kalinya
Waktu telah melukis kisah
Tentang setitik cahaya yang memendarkan cinta
Di gelapnya hati sang karang tua

Dan kini, ketika september berakhir
Dan oktober hendak memulai kisahnya
Ingin kukatakan kepadamu
Bahwa aku mencintaimu dengan semesta hatiku
Semoga di oktober ketujuh ini
Langit kan menuliskan nama kita
Di lembaran kitab takdirnya

Happy Birthday, Cahaya...
생일 축하 합니다 
SAENGIL CHUKHA HAMNIDA
사랑
Saranghae...
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Monday, 4 October 2010 | By: Nathan

Deja Vu

Aneh, tiba-tiba saja pagi ini ku bermimpi
Memandangmu seolah untuk yang terakhir kali
Melihatmu seakan kau kan pergi
Dan takkan pernah selamanya kembali

Percayakah kau, kalau ini bukanlah yang pertama kali?
Kalau dengan sketsa yang sama aku pernah bermimpi?
Dan tahukah kau apa yang akhirnya terjadi?
Ya, langit benar-benar membuatnya terjadi

Cahaya...
Yakinkan aku kalau ini hanya mimpi
Yang tak akan pernah mungkin terjadi
Selamanya...

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Friday, 1 October 2010 | By: Nathan

Fragile

Setitik salju menoktah di kemarau hati
ketika kau alunkan kata itu dalam sepi
Dan seketika bahagiaku membuncah
Dalam biru yang nyaris memecah

Tahukah kau, pagi ini
Ketika mentari belum menyapa pagi
Telah kulantunkan namamu jutaan kali?
Tahukah kau, pagi ini
ketika embun menitikkan haru
Telah kupenuhkan benakku dengan wajahmu?

Cahaya, sesungguhnya aku takut
Jika esok, nafas ini tak lagi mendesahkan namamu
Jika esok, mentari tak lagi mampu sentuhkan hangatmu
Aku takut, Cahaya,
Sungguh...
Aku takut kehilanganmu

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Thursday, 30 September 2010 | By: Nathan

HENING

Kembali bahtera hati ini kukayuh
Perlahan lalui gemulung rasa yang gemuruh
Walau layar yang kini terkembang penuh
Pun akhirnya kan luruh

Seribu rasa berdenyut di kedalaman hati
Ketika akhirnya bayangmu kukenangkan
Ada cinta yang berbisik mesra
Ada rindu yang berdenting syahdu
Ada bahagia yang menyusupi relung jiwa
Namun ternyata juga ada sakit yang melukai suka
Ada sepi yang membunuh hati
Atau kecwa yang mendekap tawa

Akh...
Lagi-lagi lamun itu menyesatkanku
Tuhan...
Masih akankah untukku Kau bukakan pintu Mu
Bila akhirnya cinta ini kan sepenuhnya kuserahkan pada Mu?Di
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 29 September 2010 | By: Nathan

Adiós


Apa kabar, mawar kecilku?
Adakah ilalang itu melukakanmu?
Tenanglah, usah kau risau
Biarkan duri itu menjagamu
Dan tak usah kau menunggu
Dalam harapmu, sentuhanku
Karena, mawar kecilku,
Kini jemariku telah mampu
Menggenggam tanpa semerbakmu

Dengarlah, mawar kecilku
Aku mengenal duri itu
Hingga tak sanggup kupatahkan ia demi egoku
Kini biarlah kumelepasmu
Bersama duri itu
Yang kan selalu menjagamu
Dari jahilnya waktu…

Mawar kecilku, tak akan pernah kusemaikan mawar lain di taman hati ini....

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Tuesday, 28 September 2010 | By: Nathan

Mantra Hati di Ujung Tujuh Puluh Purnama

Ada masa di kala kenangan menabur rindu pada jiwa-jiwa tak berdaya. Selayaknya hujan menggerus dekapan tanah pada akar pinus tua yang telah dirapuhkan oleh cintanya kepada sang purnama. Ya, telah tujuh puluh purnama kulewati sejak aku mengenalmu. Namun masih, tak sedetikpun waktu rela membiarkan kita untuk bersama. Aku mulai berpikir, kiranya hasutan takdir telah membuat waktu cemburu pada sebuah kenyataan bahwa aku kan mencintaimu seperti embun yang takkan pernah mengering sebelum pagi benar-benar berakhir.

Rindu ini, cahaya, sesungguhnya telah meringkihkan tulang-tulangku bahkan hanya untuk sekedar berdiri, menanti hingga fajar meluluhkan gelapnya malam. Dan lisan ini, cahaya, sesungguhnya telah sampai pada penatnya bahkan hanya untuk sekedar melantunkan sepotong mantra hati itu kembali. Namun, cahaya, sekuat apapun waktu menderaku, selamanya hati ini takkan pernah terkalahkan sebelum kematian akhirnya memupus jiwaku. Ya, aku akan terus mencintaimu hingga takdir menyerah kepadaku.

Cahaya, dengarlah bisikan mantra hati ini, semoga waktu takkan kembali memisahkan kita setelah gelap yang kulalui. Semoga mata ini selalu terjaga dalam menatap indahmu meski harus ada airmata yang terteteskan. Dan, cahaya, semoga semesta hati ini tak pernah lelah mencintaimu hingga hujan kembali ke pangkuan awan.

Cahaya, dekaplah aku dalam cintamu dan jangan pernah kau lepaskan lagi…
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 26 September 2010 | By: Nathan

SEPTEMBER KE TUJUH

Hujan yang menitik di senja ini
Membawakanku gerimis-gerims kenangan
Yang merinai, menggenang di sepanjang benakku

Hari ini, september ke tujuh
Sejak cinta mengenalkanku padanya
Namun sungguh, tak sedikitpun waktu mengubahnya

Ada senyum yang menggurat di manis wajahnya
Juga tawa yang terserak di merah bibirnya

Ah, maafkan aku cahaya...
Di september yang ke tujuh ini
Dia telah membuatku
Sejenak berpaling darimu
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Saturday, 24 July 2010 | By: Nathan

Apalagi Yang Bisa Terucap

Apalagi yang bisa terucap
Ketika jingga yang berpendar dalam nyala
Pun akhirnya meninggalkan cakrawala

Apalagi yang bisa terucap
Ketika binar-binar penghabisan
Pun akhirnya tertidur perlahan

Dan kini, cahaya itu pun akhirnya padam
Sementara aku masih bertanya dalam harap,
Apalagi yang bisa terucap?

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Tuesday, 20 July 2010 | By: Nathan

Mawar

Sekuntum mawar kecil, menari
Merekah di antara ilalang yang memagari

Ada hasrat yang tak tersadari
Menyeruak di antara kelopaknya yang berduri

Namun akankah hati yang tlah terpaut
Menarik jemari yang terlanjur menaut?

Mawar kecilku,
Apapun itu,
Kan kusunting engkau
Sebelum ilalang itu
Membuatmu layu
Walau kutahu
Kan kuderaikan darahku
Saat jemariku
Menggenggam indahmu
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 18 July 2010 | By: Nathan

BAIT-BAIT PERSAHABATAN


(Sebuah Hadiah Persahabatan Dari Diana Wardani )
Menikmati bait-bait dari nada-nada hurufmu yang kian berdenting
Membawa segenap pikiranku melayang
Menyusup di kedalaman jiwamu

Berseri bersama cahayamu
Namun akhirnya bersedih karena cahayamu
Ada getar-getar memendam rasa terindah
Ada rindu
Ada cinta
Ada luka
Ada sepi
Ada kecewa
Ada jenuh
Ada bahagia
Semua silih berganti karena cahaya di hatimu

Aku ingin kau temukan cahaya lain yang sejati di hatimu
Yang mampu mengusir sepimu, jenuhmu, dan rindumu
Membunuh galaumu
Mampu membuatmu tertawa berderai di setulus-tulusnya tawamu

Tersenyum penuh makna dengan manjamu yang khas pada cahayamu, di mana kau bisa dengan leluasa menikmati jemari kehangatannya saat kau bersandar di hatinya
Cahaya yang sebentar lagi luruh di hatimu
Kan mendaratkan cinta tulusnya hanya buatmu

Mengecup luka hatimu dengan santun
Dia mampu membuatmu menangis terharu karena kehadirannya yang tulus...

Semoga....!!

ini butiran-butiran huruf yang terangkaikan buatmu...

Untuk sahabatku, Diana Wardani yang bait-bait cahayanya kembali menyinari kelam di kedalaman hati…

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Saturday, 10 July 2010 | By: Nathan

Segores Tinta, Untukmu Cahaya

Apa kabar, cahaya...
Sudahkah cinta menyapamu hari ini ketika sehelai kabut masih menyelimuti pagi? Kuharap kau menyambutnya seperti pucuk-pucuk hijau mekar meninggalkan kuncup menyambut belaian jemari mentari. Karena, cahaya, kita tak pernah tahu apa yang tertulis di lembaran kitab langit, masihkah esok kan kembali atau detakan bumi kan segera terhenti.
Masihkah cinta menyulut pijarmu hari ini ketika semilir angin Juli menghembuskan tinta-tinta hitam membayang awan searakan? Kuharap kau menjaga hangatnya seperti merpati menahan tusukan hujan mendekap merpati-merpati kecilnya, menjaga hangatnya. Karena, cahaya, kita takkan pernah tahu apa yang tertulis di lembaran kitab langit, masihkah dunia kan merona atau gelap kan mengekalnya.
Cahaya...
Masihkah kau ingat detik dimana kubisikkan padamu tentang setitik embun yang tak pernah memuai cintanya pada dedaunan, meski seringkali matahari lekat menatapnya? Ya, cahaya. Ku pikir akulah setitik embun itu, yang takkan pernah goyah meski tiap molekul jiwaku kan pupus dan tiada tersisa kecuali jejak basah yang mulai mengering bersama senyuman matahari senja. Ternyata ku tak pernah lebih baik dari setitik embun itu. Ya, aku salah.
Lalu, masihkah tersimpan di benakmu sebuah cerita yang kukisahkan padamu tentang sehelai daun keladi yang menahan kecewanya ketika pagi turun tanpa mentari? Benar, cahaya. Ku pikir daun keladi itulah aku, yang akhirnya layu di ujung terik tanpa cahaya yang menyapa di permulaan pagi. Benar, cahaya. Aku ternyata tak setegar yang kubayangkan hingga tak tahu kemana kegamangan ini kan kubawa. Karena, cahaya, seperti risalah yang pernah kulirihkan di kalbumu bahwa serabut kesunyian ini telah merambat pekat di tiap kelopak nuraniku.
Cahaya...
Izinkanlah ku menggoreskan sesuatu di penghujung lirik ini. Sesuatu yang bisa terus menjaga mimpi ini, sesuatu yang bisa terus kunikmati tanpa harus terjaga, sesuatu yang... akh... dengarkan aku untuk sekali ini saja.
Cahaya, aku rindu....

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Thursday, 8 July 2010 | By: Nathan

Bintang Laut

Seberapa jauh sayap-sayap kecil itu kan membawamu terbang?
Seberapa tinggi angin rapuh itu kan membuatmu melayang?
Cukuplah semua itu hanya kau yakini sebagai fatamorgana
Dan jangan lagi, untuk yang kedua kali kau terlena

Tak bisakah sedikit saja kau rendahkan angkuhmu itu?
Atau sedikit saja kau tinggalkan egomu itu?

Cahaya...
Jadilah bintang laut untuk ku
Tak perlu kau tunjukkan seberapa terang pijarmu
Atau seberapa gemerlap kemilaumu
Namun cukuplah kadalaman samudra mengenalmu
Sebagai bintang di hatiku

Terkadang kita masih terlalu angkuh untuk berkaca
Sementara cahaya, cermin ini terlalu kecil untuk kita berdua...
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Tuesday, 6 July 2010 | By: Nathan

Sahabat

Ku temukan cahaya itu
Membias dalam spektrum waktu
Hangatnya meleburkan kebekuan di dada
Kemilaunya merasuk dalam raga
Menyusupi tiap piasnya jiwa

Ingin ku genggam ia,
Mendekap hangatnya,
Tuk bangunkan hati dan jiwa
Yang sedang tertidur dengan lelapnya

Bahwa cahaya itu ada,
Hangatnya nyata,

Bahwa cahaya itu kamu,
Sahabat, yang kan menyayangiku
Selalu, di sepanjang usiaku


Dedicated to my entire best friends, in my real n virtual life...
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Monday, 5 July 2010 | By: Nathan

Metamorfosa

Juni akhirnya beranjak pergi
Meninggalkan kemarau yang sendiri
Dan hujan yang sesekali kembali
Membawa kuntum-kuntum melati

Juli pun membuka kisahnya
Dengan selirik tembang yang menggoda
Mengalun mesra di ujung pena
Bersama denting tinta sang pujangga

Hmmm,,,
Dalam secawan kebebasan,
Segala pedih akhirnya kutuangkan
Dan bila waktu mengekal kenangan
Biar Juli yang kan memutuskan

Dan cahaya...
Berpalinglah untuk yang terakhirkalinya
Karena sebelum lembayung sore melebur dalam gelap,
Kan kurebahkan dukaku dalam rengkuhan lelap
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 30 June 2010 | By: Nathan

Akhirnya Ku Terjaga

Akhirnya ku terjaga
Di pagi yang turun tanpa mega
Kutengadahkan wajahku ke langit barat
Dan kutemukan wajah-wajah yang memendam hasrat
Langit itu, ada rindu yang mendera
Tatapannya menyapu wajahku, mesra

Lalu kulangkahkan kaki-kaki kecil hati ini
Memijakkan jemari kerdilnya pada bumi
Mencoba mengayuh gelombang perasaan yang gemuruh
Meski kutahu semesta rasa di kalbuku telah luruh

Di setapak ini wajahku menghadap
Dan tiada tersisa kecuali senyap
Yang menggumpal dalam keping kenangan
Menyerpih di sepanjang jalan

Cahaya, bawalah aku bersamamu
Sebelum kematian memupus jiwaku
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO