Venus kembali terlambat meninggalkan pagi
Menyisakan cahaya yang bias oleh Matahari
Samar-samar kurasakan hangat sentuhnya
Namun ada yang terasa berbeda
Hangat ini, entah mengapa
Menggigil ku dibuatnya
Hangat ini, entah bagaimana
Bekukan hati, nyaris saja
Matahari kini sepenggalah
Dan Purnama pun beranjak sudah
Menyisakan Venus sendiri
Yang tak ingin pergi
Sementara di bawah sini
Terpekur ku berdiri
Menanti hingga Matahari
Mendekap Venus yang sendiri
Aneh, langit seolah menjelma cermin untukku
Yang memantulkan setiap jengkal dari diriku
Kuharap kau, Cahaya yang jauh di sana
Masih berdiri di bawah langit yang sama
Karena semua yang ingin kukatakan kepadamu
Telah terlukis di kanvas yang membiru
Don’t be sad if I can’t say those words today. I’m yours now, so just let our hearts speak on their own way…
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
