Sunday, 17 October 2010 | By: Nathan

Kecupan Iblis

Terlena,
Kau tegak di puncak keangkuhan
Tanpa sejenak pun kau tundukkan
Wajahmu yang tengadah
Menantang langit bertitah

Terlena,
Kau berdiri dengan sebongkah dagu
Teramat tinggi kau acungkan tanpa ragu
Seolah langit telah membatu
Di bawah kerdil jemari kakimu

Menunduklah…
Tuk sejenak tentukan arah
Karena ketika iblis telah mencubu nurani
Dan mengecup bilah-bilah hati
Maka takkan pernah lagi terjemah
Sebaris lirik pada syair-syair berdarah


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Friday, 15 October 2010 | By: Nathan

Cemara


Cemara,
Goyah terhembus angin utara
Setelah sekian warsa
Terbendung kemarau masa

Cemara,
Akhirnya rela
Melepas peluk erat tangkainya
Pada daun-daun tua
Yang tengah dilanda rindu
Akan belaian tanah berdebu

Cemara,
Akankah kau melepaskan
Semua dedaunan itu dengan penuh kerelaan
Meski kan kau jatuhkan
Sejuta putik penyesalan?

Cemara,
Andai masa tak pernah bertingkah,
Andai angin tak pernah berubah arah,
Apakah kau kan menjawabnya?

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Monday, 11 October 2010 | By: Nathan

Sssttt...!!!


Lama aku terdiam,
Sedang sejak tadi, kelam
Telah menurunkan malam

Terdiam, aku masih
Sedang kelam mulai letih
Dan mata malam mulai perih

Mengekal dalam diamku
Sedang kelam telah beku
Dan malam terbujur kaku

Diam…
Membunuh kelam…
Tandaskan malam…

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO