Wednesday, 3 November 2010 | By: Nathan

Cassiopeia

"Aku selalu menyukai bintang itu,
Empat cahaya dengan sejuta pesona"
Ucapmu, tiap kali kau hadapkan wajahmu ke langit utara

"Mengapa tak kau sentuh saja ia
Menunjuk satu cahaya dengan jemarimu"?
Tanyaku waktu itu

Dan kau pun terdiam
Lamat-lamat kudengar kau menggumam
Namun entah apa,
Tak sedikit pun kudengar desahnya

Dan kini, aku tlah berdiri
Tepat di bawah bintang yang selalu kau suka itu
Maka maukah kugenggamkan ia untukmu?
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 24 October 2010 | By: Nathan

Bahasa Dua Hati (The Third Stanza)


Cahaya,
Tahukah kau bahwa semalam
Sependar kantuk yang temaram
Menghanyutkanku ke muara mimpi
Dimana akhirnya kutemui
Senyum terakhir yang kau beri
Sebelum akhirnya pergi?

Percayakah kau pada mimpi?
Pada langit dan takdir yang penuh konspirasi?
Dengarlah, belahan jiwaku
Takkan pernah langkah ini
Sejengkal pun kan pergi
Meski harus ada sejuta luka
Menggerimiskan selaut airmata

Cahaya,
Pergilah…
Karena takkan pernah
Nafas ini kan terdesah
Jika masih ada luka
Mengkristal di ujung mata

Bagaimana mungkin aku kan pergi darimu
Jika sebagian dari diriku ada padamu
Bisakah kau bayangkan jika itu terjadi?
Yah, benar, aku kan tetap hidup
Tapi cahayaku telah pergi bersamamu

Lalu apalagi yang bisa kulakukan
Agar tak ada biru kesedihan
Mengiringi langkah-langkah kecil kita
Melewati titian yang membentangi mata

Izinkan aku tuk selalu
Menjadi cahaya di hatimu
Menjadi penerang di hari-harimu
Tak peduli sekuat apa badai kan menghancurkanku


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Sunday, 17 October 2010 | By: Nathan

Kecupan Iblis

Terlena,
Kau tegak di puncak keangkuhan
Tanpa sejenak pun kau tundukkan
Wajahmu yang tengadah
Menantang langit bertitah

Terlena,
Kau berdiri dengan sebongkah dagu
Teramat tinggi kau acungkan tanpa ragu
Seolah langit telah membatu
Di bawah kerdil jemari kakimu

Menunduklah…
Tuk sejenak tentukan arah
Karena ketika iblis telah mencubu nurani
Dan mengecup bilah-bilah hati
Maka takkan pernah lagi terjemah
Sebaris lirik pada syair-syair berdarah


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO