"Aku selalu menyukai bintang itu,
Empat cahaya dengan sejuta pesona"
Ucapmu, tiap kali kau hadapkan wajahmu ke langit utara
"Mengapa tak kau sentuh saja ia
Menunjuk satu cahaya dengan jemarimu"?
Tanyaku waktu itu
Dan kau pun terdiam
Lamat-lamat kudengar kau menggumam
Namun entah apa,
Tak sedikit pun kudengar desahnya
Dan kini, aku tlah berdiri
Tepat di bawah bintang yang selalu kau suka itu
Maka maukah kugenggamkan ia untukmu?
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
...What The Thunder In Your Heart Turns To Be...
Pages
Content List
Virtual Mates
Bahasa Dua Hati (The Third Stanza)
Cahaya,
Tahukah kau bahwa semalam
Sependar kantuk yang temaram
Menghanyutkanku ke muara mimpi
Dimana akhirnya kutemui
Senyum terakhir yang kau beri
Sebelum akhirnya pergi?
Percayakah kau pada mimpi?
Pada langit dan takdir yang penuh konspirasi?
Dengarlah, belahan jiwaku
Takkan pernah langkah ini
Sejengkal pun kan pergi
Meski harus ada sejuta luka
Menggerimiskan selaut airmata
Cahaya,
Pergilah…
Karena takkan pernah
Nafas ini kan terdesah
Jika masih ada luka
Mengkristal di ujung mata
Bagaimana mungkin aku kan pergi darimu
Jika sebagian dari diriku ada padamu
Bisakah kau bayangkan jika itu terjadi?
Yah, benar, aku kan tetap hidup
Tapi cahayaku telah pergi bersamamu
Lalu apalagi yang bisa kulakukan
Agar tak ada biru kesedihan
Mengiringi langkah-langkah kecil kita
Melewati titian yang membentangi mata
Izinkan aku tuk selalu
Menjadi cahaya di hatimu
Menjadi penerang di hari-harimu
Tak peduli sekuat apa badai kan menghancurkanku
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kecupan Iblis
Terlena,
Kau tegak di puncak keangkuhan
Tanpa sejenak pun kau tundukkan
Wajahmu yang tengadah
Menantang langit bertitah
Terlena,
Kau berdiri dengan sebongkah dagu
Teramat tinggi kau acungkan tanpa ragu
Seolah langit telah membatu
Di bawah kerdil jemari kakimu
Menunduklah…
Tuk sejenak tentukan arah
Karena ketika iblis telah mencubu nurani
Dan mengecup bilah-bilah hati
Maka takkan pernah lagi terjemah
Sebaris lirik pada syair-syair berdarah
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Subscribe to:
Posts (Atom)
It's Me
X-Files
Labels
- Apa Kabar Hati? (4)
- Diary (33)
- Gemuruh (7)
- Ibu (1)
- Leave Me Alone (4)
- Mémoire (4)
- My Wishes (2)
- New Born (12)
- Sahabat (5)
- Suara Hati (30)
- Unlistened (2)
- Untreatable Pain (1)
Top Listeners
Most Listened
-
Selalu saja, angin berhembus sekehendaknya Tak hanya, menyapu seraut wajahku saja Tapi juga, sekuntum...
-
Izinkan aku mencintaimu Dengan caraku sendiri Dengan cinta yang mungkin sulit ‘tuk bisa kau pahami Biarkan aku sayangimu Dengan caraku sendi...
-
Akhirnya ku terjaga Di pagi yang turun tanpa mega Kutengadahkan wajahku ke langit barat Dan kutemukan wajah-wajah yang memendam hasrat L...
-
Juni akhirnya beranjak pergi Meninggalkan kemarau yang sendiri Dan hujan yang sesekali kembali Membawa kuntum-kuntum melati Juli pun me...
-
Dear Rabb, Apa kabar Tuhan? Di pagi yang belum turun ini, kembali kusapa Engkau. Berharap, tak Kau tu...
-
Apa kabar, cahaya... Sudahkah cinta menyapamu hari ini ketika sehelai kabut masih menyelimuti pagi? Kuharap kau menyambutnya seperti p...
-
Dear Rabb, Tuhan, izinkan aku mencurahkan semua kesahku ke hadapMU. Karena sungguh, kemana lagi kan ku adukan segala duka ini bila cintaMu ...
