Tuesday, 21 December 2010 | By: Nathan

Because You Already Know

Tiba-tiba saja kau terdiam tanpa kata, ketika kutanyakan seribu mengapa. Hanya anggukan kecil yang sesekali meyakinkanku bahwa kau tak sedang tertidur. Entah, apa yang kau pendam dalam diammu. Aku jadi bertanya-tanya, tak bisakah sedikit saja kau kisahkan kepadaku sepenggal gundah yang mendungkan cahaya di wajahmu? Aku tak sedang berkata bahwa diammu itu t'lah menyulut jenuhku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin menyingkap semua sekat yang mungkin sedang mencoba 'tuk menciptakan jarak di antara kita. Hanya itu.

Cahaya, aku takkan meminta apa-apa kepadamu. Aku hanya ingin kau melayangkan tatapmu di kedalaman mataku walau hanya untuk sedetik saja. 'Kan kucoba menerka-nerka apa yang telah mengelukan semua kesah yang menggumpal di dadamu. Dan biarkan aku meretasnya hingga lepas. Aku tak sedang mengatakan bahwa diammu itu t'lah mengeroposkan semua persendian rasaku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin melihat kau kembali tersenyum semanis yang pernah kau kecupkan untukku, dan bersinar sehangat cahaya yang kau dekapkan di hatiku.

Cahaya, seperti yang pernah kukatakan kepadamu, “Aku membutuhkanmu karena aku membutuhkanmu. Because you already know that I’m nothing without you”

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 8 December 2010 | By: Nathan

Tak Ma(mp)u Berhenti 'Tuk Mencintaimu


November pun akhirnya pergi
Meninggalkan langit sembab yang sendiri
Namun masih, tak mampu ku berlari
Dari kejaran rasa ini

Dan desember belum akan berakhir ketika tampak olehku
Gemintang surga menjulurkan jemari kasihnya
Merengkuh semua mimpi dan harapku
Dalam dekapan lembut cintanya

Aneh, aku menyangka waktu adalah hujan
Yang kan menghapus kemarau rindu
Namun ternyata rasa ini sudah tak lagi tertahankan
Maaf, aku tak ma(mp)u berhenti tuk mencintaimu

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Wednesday, 24 November 2010 | By: Nathan

Gadis Kecil Dalam Foto Tua

Sehelai gambar kusam terbaring dalam genggamku
Dan seorang gadis manis sedang tersenyum di sana
Gadis kecil dengan mata yang membulat sempurna
Membinarkan sejuta pesona, terpendar di benakku

Gadis kecil itu, bagai denting piano di tengah hening
Atau senandung awan yang membasahi kering
Dan mata yang membulat sempurna itu,
Bagai rimbunnya cemara, siang selamanya sejuk di situ

Dan kini, gadis kecil dalam foto tua itu
Kembali membuka kotak kenanganku
Dimana sehelai cinta dan sejuta pernik kerinduan
Yang pernah tersemayam oleh acuhnya zaman
Pun akhirnya menyeruak dalam semesta hati

Kapan lagi kan kau dekap aku seperti gadis kecil dalam foto tua itu?

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO